Thursday, 28 May 2020

IPAL PUSKESMAS SYSTEM AOP

Air Limbah yang dihasilkan dari berbagai kegiatan yang menghasilkan limbah (Seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Industri Tekstil dan Industri lainnya) sangat perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau meresap kedalam tanah Karena limbah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut mengandung racun, warna, virus dan bakteri yang berbahaya jika langsung dibuang ke sungai atau meresap kedalam tanah maka akan menimbulkan pencemaran terhadap air sungai atau air tanah sehingga tidak akan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. Permasalahan yang sering muncul saat ini adalah banyak yang didirikan dengan tanpa memasang peralatan pengolahan limbah cair. Biasanya, sistem yang ada hanya berupa septic tank untuk menampung limbah cair tanpa dilengkapi peralatan pengolahan limbah cair, itu pun hampir semua septictank yang dibuat rumah sakit atau puskesmas adalah septictank resapan. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini terjadi antara lain mahalnya biaya operasional, sulitnya perawatan (maintenance) sistem pengolahan limbah. Kondisi ini kemudian sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat luas, apalagi jika limbah cair rumah sakit tersebut kemudian di buang ke sungai atau ditimbun tanpa proses pengolahan terlebih dahulu.

Untuk itu kami bisa menjawab sulusi yang dibutuhkan untuk saat ini. Kami menyediakan alat IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah Cair dengan kapasitas skala Puskesmas dan yang mehasilkan limbah kurang dari 2m3 per harinya. IPAL yang kami sediakan tidak memakan lahan yang luas karena menggunakan system AOPs dan sangat cocok untuk di gunakan di lingkungan puskesmas yang memiliki laha terbatas.

Limbah cair yang layak dibuang, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi, dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Standar limbah cair fasilitas pelayanan kesehatan sendiri sudah diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Limbah Cair.

Berikut Tabel Baku Mutu Limbah Cair.

No
Parameter
Kadar Maksimum
1
pH
6-9
2
BOD5
30 mg/L
3
COD
100 mg/L
4
TSS
30 mg/L
5
Minyak & Lemak
5 mg/L
6
Amoniak
10 mg/L
7
Total Coliform
3000 mg/100 mL
8
Debit
100 L/orang/hari


Jadi, jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat, maka limbah cair tersebut tidak layak untuk dibuang ke badan sungai atau perairan luar. Pembuangan limbah cair yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, baik langsung maupun tidak langsung, dan dapat mengakibatkan terjadinya berbagai kerusakan ekosistem lingkungan air di sekitarnya. Maka dari itu perlu kesadaran oleh setiap intansi yang menghasilkan limbah cair sebelum diberikan sangsi dari pemerintah daerah atau dicabutnya surat izin berdirinya intansi tersebut.

Inovasi terbaru yang kami ciptakan lebih dari 500 unit untuk client yang sudah menggunakan system IPAL kami yang dikenal dengan nama IPAL AOPs dengan merk REDOX.


Mesin IPAL AOPs 0.5 m3/jam
Dalam Pengolahan setiap limbah cair didapati air yang terbuang ke sungai (outlet) harus memenuhi standard baku mutu air limbah maka diperlukan sistem pengolahan limbah yang tepat untuk limbah cair medis yaitu metode oksidasi tingkat lanjut (Advanced Oxidation Processes (AOP). Metode ini dilengkapi dengan sistem Pemisahan Lumpur Hidrosiklon dan Sistem Gelembung Mikro.

Desain IPAL sistem oksidasi di atas merupakan desain terkini dari unit instalasi pengolahan air limbah. Unit ini dapat diinstalasikan secara stationary (tetap) maupun mobile (bergerak). Selain itu, sistem ini dapat didesain sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi kapasitas olah maupun jenis limbah yang akan diolah.



Air limbah Puskesmas yang berasal dari dapur, toilet, ruang tindakan dan lain-lain masuk ke biosystem kemudain masuk ke bak ekualisasi. Air limbah yang berasal dari dapur sebelumnya masuk ke grease trap untuk memisahkan lemak. Air limbah yang berasal dari toilet sebelumnya masuk ke septic tank. Dari bak equalisasi kemudian ditarik dengan pompa Inlet ke Pemisahan Lumpur Hidrosiklon lalu dilakukan penyaringan pada Tanki Filtrasi, pada tangki ini terjadi proses penyerapan zat-zat polutan yang terlewatkan pada proses pemisahan di dalam Hidrosiklon dan selanjutnya dipompakan ke Tangki Reaktor AOP. Di dalam Tangki Reaktor AOP, polutan dalam air limbah akan mengalami proses oksidasi atau penguraian melalui pembentukan oksidator kuat yaitu Hidroksil Radical. Hidroksil radical bersifat sangat agresif menyerang segala jenis polutan organik dan anorganik, termasuk membunuh mikroba bakteri dan virus pada limbah.

Proses dalam sistem AOP disempurnakan dengan sistem gelembung mikro agar pembentukan hidroksil radical mencapai jumlah yang maksimum.

Ozon dapat dihasilkan dari udara luar yang mengandung Oksigen (O2) dan Nitrogen (N2). Awalnya Oksigen dan Nitrogen dipisahkan terlebih dahulu, kemudian dengan teknologi plasma Oksigen diubah menjadi Ozon sesuai dengan reaksi:

3 -  O2  ____________  2 - O3 

Selanjutnya Ozon yang terbentuk dengan bantuan UV dan air limbah akan menghasilkan senyawa hidroksil radikal yang sangat aktif mengoksidasi komponen pencemar limbah.

Reaksi pembentukan Hidroksil radikal:

O3 + UV ___________  O2 + O (1D) 

O (1D) + H2O __________  2  OH* 

Reaksi kimia yang terjadi dalam system AOP menjalankan fungsi-fungsi:

●Sterilization : membunuh mikroba bakteri, virus pada air limbah
● Deodoration : menghilangkan bau pada air limbah
●Decoloration : menghilangkan warna pada air limbah
●Degradation : melenyapkan kandungan polutan pada air limbah


Kualitas air yang keluar dari Tangki Reaktor AOPs tidak hanya aman untuk dibuang ke badan air sungai/saluran air buangan kota, tetapi dapat ditampung dan digunakan kembali untuk keperluan air bersih di rumah sakit, seperti untuk: pencucian kendaraan, pertamanan, toilet flush, hidrant kebakaran, utility.
DOWNLOAD PENAWARAN HARGA

KLIK UNTUK LIHAT PENAWARAN HARGA TERBAIK LAINNYA

MEMUDAHKAN PENCARIAN KETIK NAMA MESIN YANG DICARI